Diberdayakan oleh Blogger.

5 Pertanyaan Pria Tentang Kepuasan Pasangan


5 Pertanyaan Pria Tentang Kepuasan Pasangan

kepuasan seks pasangan
Memamerkan kejantanan adalah hal yang menjadi topik terhangat bagi pria, banyak pria ingin dapat memuaskan pasangannya di ranjang. Hal ini yang mendorong para pria untuk selalu mencari informasi cara untuk meningkatkan kemampuan seksual mereka.
5 pertanyaan yang selalu menghantui pikiran para pria dalam usaha untuk memuaskan pasangan mereka adalah

1.    Apakah Ukuran Mr. P penting

Pria sering meragukan ukuran Mr.P mereka apakah cukup bagi wanita. Biasanya wanita menginginkan ukuran Mr.P ideal dimana ukuran tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar. Masalah ukuran ini menjadi bebas pikiran pria yang berakibat kepada menurunnya kemampuan seks mereka. 

2.    Apakah durasi menjadi masalah

Banyak pria yang selalu beranggapan bahwa semakin lama hubungan seksual dilakukan akan semakin menyenangkan bagi wanita. Akan tetapi tahukan anda bahwa bagi wanita bukanlah lamanya waktu bercinta yang menentukan, akan tetapi bagaimana pria dapat menyenangkan wanita saat bercinta sehingga dapat dicapai kepuasan dengan durasi ideal bercinta. 

3.    Apakah wanita dapat terpuaskan tanpa klimaks

Pria umumnya berharap saat dia mencapai kepuasan hal yang sama akan dialami juga oleh pasangan wanitanya. Ada baiknya pria dapat mendiskusikan kehidupan seksualnya dengan pasangannya untuk mendapatkan jawaban pasti. 

4.    Apakah wanita menginginkan foreplay

Banyak pria yang mengganggap foreplay disukai oleh pasangan wanitanya, dan berusaha mencari informasi cara-cara foreplay melalui internet maupun dari buku. Akan tetapi tidak semua gaya foreplay disukai oleh wanita. Untuk itu sebaiknya pria berusaha mencari tahu gaya foreplay seperti apa yang disukai pasangannya, sehingga anda berdua dapat memperoleh kenikmatan yang diinginkan. 

5.    Apakah oral seks penting

Banyak pria menyukai permainan oral seks, akan tetapi pada kenyataannya banyak wanita yang enggan melakukannya. Sebaiknya anda dapat menanyakan kepada pasangan anda apakah pasangan anda welcome untuk permainan oral seks tersebut.

Yang terpenting adalah bagaimana mengkomunikasikan kehidupan seksual anda bersama pasangan, agar anda dapat mengetahui apa yang menjadi keinginan pasangan anda. Dengan demikian hubungan seks dapat dilakukan dengan nyaman dan akan mencapai kepuasan yang diharapkan.

Durasi Ideal Pasangan Bercinta


Durasi Ideal Pasangan Bercinta 


durasi ideal bercinta
Hubungan seks adalah topik yang selalu menarik perhatian untuk dibicarakan, salah satunya adalah mengenai lamanya waktu bercinta yang ideal. Ada banyak pertentangan mengenai hal ini, sebahagian orang menganggap bahwa waktu bercinta yang panjang menunjukkan kejantanan seorang pria. Akan tetapi sebahagian lainnya mengganggap kepuasan yang dicapai lebih menentukan kwalitas hubungan seks.

Hasil pertemuan dari beberapa ahli psikolog, psikiater dan konselor pernikahan yang tergabung dalam Society for Sex Therapy and Research menyimpulkan bahwa durasi seks antara 3-7 menit dianggap waktu yang ideal bagi pasangan. Waktu tersebut dihitung mulai dari saat pria dan wanita mulai melakukan penetrasi sampai terjadinya ejakulasi. Hal ini berarti bahwa permainan pendahuluan atau foreplay tidak dimasukkan dalam hitungan. Mereka menganggap bahwa waktu 1-2 menit tergolong terlalu cepat. Sedang durasi 10-30 menit dianggap terlalu lama dan dapat memberi efek negatif bercinta seperti menimbulkan kelelahan.

Walaupun sudah diketahui waktu ideal hubungan seks, penelitian yang dilakukan di Amerika dan Kanada menyimpulkan bahwa banyak pasangan menginginkan durasi seks berlangsung antara 7-13 menit. Ada juga pasangan yang mengharapkan penetrasi seks dapat berlangsung sampai 30 menit atau lebih karena mereka menganggap lamanya waktu dapat lebih memuaskan mereka.

Keinginan pasangan dalam menyatakan fungsi seksual mereka banyak ditentukan oleh informasi  yang beredar di masyarakat baik formal maupun informal, seperti fantasi akan penis yang besar, kemampuan ereksi sekeras batu maupun durasi seks yang berlangsung lama.

Penelitian diatas dilakukan untuk mencegah timbulnya kekecewaan pada pasangan yang tidak mampu melakukan hubungan seks dalam waktu lama. Menurut Eric Corty, profesor psikologi keinginan untuk memberi kepuasan lebih lama pada pasangan membuat banyak pasangan menjadi kecewa dan stres.

“Kami ingin menyatakan kepada para pasangan bahwa kepuasan seks tidaklah ditentukan dari lama tidaknya hubungan seks diantara mereka, dan itu dapat mencegah mereka dari stres dan frustasi” tegas Corty, seperti dipublikasikan oleh Journal of Sexual Medicine.