Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Home » » Kenapa ponsel lebih berkuman dari toilet?

Kenapa ponsel lebih berkuman dari toilet?


Tahukah Anda bahwa telepon genggam atau ponsel 10 hali lebih berkuman dari dudukan toilet? Itulah sebab Anda tidak perlu heran mengenai pencurian ponsel di Uganda yang akhirnya membuat si maling terserang Ebola. Maling tersebut mengambil ponsel dari bangsal karantina sebuah rumah sakit, di dekat pecahnya serangan virus Ebola.


Meskipun tidak ada serangan Ebola, ternyata Anda tetap patut waspada dengan ponsel yang Anda miliki. Sebab bisa saja ada banyak kuman tak terlihat yang berkembang biak di sana, demikian seperti yang dilansir dari My Health News Daily (30/08).

"Iya, memang ada banyak kuman di ponsel setiap orang. Coba ingat, kapan Anda terakhir kali membersihkannya?" kata Charles Gerba, ahli mikrobiologi dari University of Arizona.
Jika toilet kerap dibersihkan setiap hari, itu karena orang-orang sadar bahwa kamar mandi memang penuh dengan kuman. Sementara benda-benda yang sering dipegang, seperti ponsel atau remote control, cenderung disepelekan dan hampir tidak pernah dibersihkan secara rutin.

"Padahal ponsel penuh dengan kuman. Bahkan ada beberapa orang yang menelepon sembari buang air," tutur Gerba.

Sebenarnya, jumlah kuman yang ada pada ponsel tidak begitu bermasalah. Namun meminjamkan ponsel kepada orang lain itulah yang berbahaya. Tanpa berbagi, setiap ponsel hanya akan membawa satu paket kuman dan tidak akan menyakiti pemilik. Selain itu, orang-orang memang tidak begitu yakin dengan metode membersihkan ponsel mereka. Sebab itu adalah alat elektronik.

"Remote control lebih berbahaya, karena alat ini dipakai bergantian. Telepon di kantor, keranjang belanjaan, kemudian tombol lantai pertama di lift juga memiliki banyak kuman yang tak terlihat mata," terang Gerba.

Untuk solusi menurunkan risiko terserang penyakit akibat kuman, Gerba menyarankan Anda tidak membiasakan diri berbagai ponsel atau barang yang lain. Menggunakan semprotan anti bakteri juga bisa digunakan, meskipun tidak semua alat elektronik aman jika harus terkena cairan.

 sumber: merdeka.com
jangan lupa "Like" disini yah